Membuka Tirai Kegaiban

HIDUP ADALAH PROSES PERJUANGAN MENCARI DAN
MENCINTAI KEBIJAKSANAAN (PHILO-SOPHIA).
DAN KETIKA KITA SUDAH BERTEKAD UNTUK BERPROSES,
MAKA TERUSKAN LANGKAH DAN JANGAN RAGU
KARENA ALLAH SWT MAHA PEMBERI JALAN YANG TERBAIK.

BERIKUT SEPENGGAL KISAH SESEPUH KI SUKMA RAHAYU SAAT SPIRITUALITASNYA MENGALAMI METAMORFOSIS.

Assalamu alaikum, Wr.Wb. Sebelumnya terima kasih kepada Ki Wong Alus telah sudi memuat kisah saya sebagai Muaalaf, dan Alhamdulilah kepada Alloh SWT telah membimbing saya. Maaf saya tidak bermaksud untuk memfonis siapapun atau menjelekan siapapun, karena saya pribadi jauh dari sempurna karena kesempurnaan milik Gusti alloh SWT,untuk itu mohon maap sekali lagi bila ada kata dan tulisan ini di anggap menyakitkan Sesepuh semua dan sedulur semua, MOHON MAAP karena saya berbicara apa adanya.


Kisah Ini Terjadi Pada tgl 28 Meret 2002 di Kota Munchen Germany…Saya sebagai keluarga Bapak Warga Germany Pemeluk Kristiani Katolik dan Ibu Solo sebagai pemeluk Islam Kejawen, aku didik Bapak dengan Budaya2 Barat, Ketika itu saya sedang Asik2nya sebagai Orang Islam tapi KTP Maap…sedang Giat2nya Semangat tenggelam Menekuni suatu Ajaran Thoroqoh”…” dan juga Eksiis Meneruskan Bisnis bapakku di Bidang Kontruksi…
Dan Untuk Menggeluti Islam yang paling dalam saya menghabiskan uang dengan nilai jutaan Rupiah dan tidak sebanding dengan Karunia Alloh SWT yang begitu Dahsyat, Untuk Mencari Mursyid Tarekat Dari Pemekasan Madura Sampai Dengan Banten, Kalimantan, Aceh ..jujur Ini Pengalaman Nyata..Saya Lihat memasuki Perjalanan Ini Bukan Teori Semata tapi dengan Pendakian Maqomat-maqomat Pencarian ..pengalaman Lucu ialah dari Kota ‘A’ aku menemukan Mursyid tetapi sesudah ditelisuri ujung2nya Perdukunan, ada lagi di Kota ‘B’ saya mencoba berbaiat tetapi Guru Mursyid tsb mengatakan kepada saya harus dimandikan olehnya, dan Ada lagi di Kota ‘C’ saya mencoba ber baiat kepada Kyai Z ternyata ia menyanggupi bahwa saya adalah manusia syetan makanya harus di Ruqiah dengan Mahar 10jt…dan banyak lagi kisah2 yang Unik..maaap Bukan menjelekan Thoriqoh cuman hati2 di lembah ini …???!!
Untungnya dari sekian kisah diatas sebelumnya saya dibekali Pelajaran Tentang Dunia Tasawuf Spt Kitab Ihya Ulumudin, Tanwir qulub, Al Hikam, Arrisalah Qusyairiah dll dengan pensyarah dari Guru Tauhid saya “Kyai Dm” dan ‘Kyai Khl’ jadi kata beliau hati2 dunia ini banyak orang yang mengaku sampai…??? Alhamdulilah saya dilindungi Alloh SWT tidak tejebak….dan berapa Thariqat yang Pernah saya masuki dari A,B…Dst ternyata tidak mudah menjadi Pengamal Thoriqat, Mulai dari Riadhoh,Qiamul lail, Sabar dll..
Puncaknya Tgl 2 November 2002 usaha bapakku bangkrut, dan Bapaku Marah saat itu saya di panggil ke Kota Stuttgart, dan saya dicoret jadi ahli warisnya karena saya memeluk Aliran Islam (dianggap Teroris). dan saya suruh pergi dari rumah cari kerja sendiri..sambil riadhoh. Di Kota Berlin pada waktu itu saya mengontrak Apartement yang Tipenya kelas kambing, sambil saya melamar pekerjaan ke kantor-kantor. Alhamdulilah kosong. Begitu juga saya mencoba Melamar jadi Buruh Kerja apa aja tetap saya tidak diterima pdahal kalo di INDONESIA saya S-3 tapi yang namanya perut dan uang kontrakan harus dibayar memakai uang..jadi saya tanggalkan Gengsi dan Baju Kebesaran Kel.Bapakku..
Titik Puncaknya Tahun 2003 saya sudah kehabisan uang…tetapi Riadhoh saya dari 313 Hari tinggal 4 Hari lagi, tiba-tiba saya mendapat panggilan Kerja di Perusahaan Konsultan Sipil sebagai jabatan logistik dan Alhamdulalilh diterima tetapi dengan syarat buka jilbab, tidak boleh Sholat sebelum Kerja selesai, tidak boleh mengenakan apapun yang berbau Islam karna pada waktu itu Islam dianggap Teroris di Eropa..(dalam hatiku apalagi cobaan saya..) maka dengan pikiran pusing besok antara masuk kerja/menolak ,saya pusing karna belum makan/menahan lapar akhirnya saya minum obat dan terus tidur…di dalam tidur saya di baiat oleh seseorang dan mengatakan ??
Apakah kamu senang sudah menjadi seorang sufi, atau menjadi aulia itukah tujuanmu..saya terdiam, dia mengatakan lagi: saya akan kamu kasih gelar wali abdal tapi bukan wali Istiqomah..bagaimana??..saya terbisu ketakutan karena begitu wibawanya Orang tersebut..Beliau mengatakan lagi ini yang terakhir aku akan kasih kamu sukses menjadi kaya raya karana kamu sedang pailit banyak hutang Bagaimana???…tanpa diluar Kontrol saya menjawab : “Bapak jangan sok bertingkah seperti Tuhan, dan Menggurui Alloh…urus aja bapak sendiri,??? …spontan JAWABKU..?!!!
Tiba2 Orang itu Berubah menjadi Gumpalan Asap Bertuliskan La Ilaha Illa lloh..dan menghilang, Begitu pagi hari saya sahur dan sholat subuh…saya ingat mimpi saya ini tipu daya nafsu saya, maka akhirnya saya putuskan untuk menelpon Perusahaan Konsultan tersebut untuk menolaknya…setelah itu waktu pagi setelah sholat Dhuha saya Baca2 surat Alwaqiah, dan al Fath…
Tiba2 ada seorang mengetuk pintu…maka saya mencoba untuk menutup Qur’an dan membuka Pintu…ternyata teman Kuliahku dulu namanya Ane…Dia Mengatakan: Kamu saya cari-cari dari 4 Bulan ini baru ketemu klo tidak dikasih tau, Bapkmu disini…aku jawab Memang ada apa, cari2 saya??…Tim Konsursium Perusahaanku perlu Orang Tepat sepertimu dan orang untuk mengerjakan proyek ini. Bagaimana, memang kamu akhlinya saya kasih kamu gaji…ribu Euro, tambah Rumah serta Tunjangan…Bagaimana???…
Tanpa sadar saya nangis Dan sujud syukur….Ya Alloh Inilah Buah memilihmu daripada Pekerjaan dan harta ortu ternyata engkau Maha Perancang Strategi Bisnis yang Terbaik…dari pada Ilmuku yang bodoh ini dalam hati..Teman saya mengatakan : ” Was ist los mit Dir K├╝ssen den Boden, So Dass es etwas seltsam auf dem Boden???…Ada apa denganmu sehingga kamu mencium tanah memang ada yang aneh di lantai.. kata temanku. Aku tidak menjawab, dalam hatiku itulah memilih Alloh SWT memang perlu perjuangan dan niat yang kuat…saya harap teman-teman hati-hati terhadap yang namanya pekerjaan, uang, dan …..Wallohu A’lam Bishowab..
Subhanalloh mudah-mudaha tulisan ini mengingat kembali setidaknya ingatan memori saya untuk tetap istiqomah dalam belajar dan menuntut ilmu, serta bagi yang belum masuk Islam sebelumnya mudah-mudaha menjadi bermanfaat. Tiada untuk memamerkan segala sesuatunya tetapi tulisan diatas untuk menggugah saya supaya lebih bijak dalam menyikapi hidup ini. Amien.
Salam..
Ki Sukma Rahayu (Luciola Eberta Jovita).

Categories: